Kamis, 04 Februari 2010

konsep dasar kurikulum

1. KONSEP DASAR KURIKULUM

A. Pengertian Kurikulum

Ø Kata kurikulum berasal dari Bahasa Latin yang berarti jalur pacu. Namun lebih lanjut kurikulum diartikan sebagai seluruh proses kegiatan yang ada di sekolah. Kurikulum diartikan sebagai seperangkat mata pelajaran, sebagai rencana kegiatan, sebagai hasil belajar dan juga sebagai pengalaman belajar.

Ø Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebgai pedoman penyelenggaran kegiatan belajr mengajar.oleh karena itu dalam pengembangannya dibutuhkan landasan yang kokoh, karma dalam pengembangannya dibutuhkan landasan yang kokoh.

Ø Kurikulum memang diperuntukan untuk anak didik, seperti yang diungkapkan Murrary Print (1993) yang mengungkapkan bahwa kurikulum meliuti:

1. panned learning experiences

2. offered within an educational institution / programe

3. represented as a document

4. includes experiences resulting from implementing that document

Print memandang bahwa seluruh kurikulum meliputi perencanaan pengalaman belajar, program sebuah lembaga pendidikan yang diwujudkan dalam sebuah dokumen serta hasil dari implementasi dokumen serta hasil dari implementasi dokumen yang telah disusun.

B. Dimensi Kurikulum

Ø S. Hamid Hasan ( 1988 ) mengemukakan bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian, dimana satu dimensi dengan dimensi yang lainnya saling berhubungan.

Keempat dimensi tersebut, yaitu :

  1. Kurikulum sebagai suatau ide
  2. Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang merupakan perwujudan dari suatu ide
  3. Kurikulum sebagai sebagai suatu kegiatan
  4. Kurikulum sebagai suatu hasil

Ø Pada dasarnya kurikulum memiliki tiga dimensi pengertian yaitu:

1. Kurikulum sebagai mata pelajaran

Pengertian kurikulum sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik, yang meruoakan konsep kurikulum yang sampai saat ini banyak mewarnai teori-teori dan praktik pendidikan( Saylor, Alexander, dan lewis. 1981)

2. Kurikulum sebagai pengalaman belajar

Pengertian kurikulum sebagai pengalaman belajar yang dialami siswa dan mempengaruhi perkembangan pribadinya. Kalaulah kurikulum dianggap sebagai pengalaman atau seluruh aktivitas siswa, maka untuk memahami kurikulum sekolah tidak cukup hanya dengan melihat dokumen kurikulum sebagai satuan program tertulis, akan tetapi juga bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan anak didik baik di sekolah maupun di luar sekolah.

3. Kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran

Kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran ditekankan kepada penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang memungkinkan anak didik dapat menguasai materi pelajaran., perencanaan yang berisi tentang petunjuk, belajar serta hasil yang diharapkan.

C. Fungsi Kurikulum

Ø Kurikulum memiliki banyak fungsi, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kurikulum sebagai pedoman kerja
  2. Kurikulum berfungsi preventif, yaitu agar guru terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan dalam kurikulum
  3. Kurikulum berfungsi korektif, yaitu sebagai rambu-rambu yang harus dipedomani dalam melaksanakan pendidikan.
  4. Kurikulum berfungsi konstruktif, yaitu memberikan arah yang benar bagi pelaksanaannya.
  5. Kurikulum berfungsi sebagai penyedia dan pengembang individu peserta didik.
  6. Kurikulum sebagai pedoman untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan.

Ø Dilihat dari dari cakupan dan tujuannya menurut McNeil (1990) isi kurikulum memiliki empat fungsi, yaitu :

1. Fungsi pendidikan umum (common and general education)

Yaitu fungsi kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik agar mereka menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

2. Suplementasi (supplementation)

Setiap peserta didik memiliki perbedaan baik dilihat dari perbedaan kemampuan, perbedaan minat, maupn perbedaan bakat. Kurikulum sebagai alat pendidikan seharusnya dapat memberikan pelayanan kepada setiap siswa sesuai dengan perbedaan tersebut.

3. Eksplorasi (exploration)

Fungsi eksploarasi memiliki makna bahwa kurikulum harus dapat menemukan dan mengembangkan minat dan bakat masing-masing siswa. Melalui fungsi ini anak akan belajar tanpa pemaksaan dari pihak luar.

4. Keahlian (specialization)

Kurikulum berfungsi untuk mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan keahliannya yang didasarkan atas minat dan bakat siswa.

Ø Kurikulum berfungsi untuk setiap orang atau lembaga yang berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggara pendidikan.

Ø Fungsi kurikulum bagi guru, yaitu sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Proses pembelajaran akan terarah untuk mencapai tujuannya.

Ø Bagi kepala sekolah, kurikulum berfungsi untuk menyusun perencanaan dan program sekolah.

Ø Bagi pengawas, kurikulum akan berfungsi sebagai panduan dalam melaksanakan supervisi.

Ø Sedangkan bagi siswa sendiri, kurikulum berfungsi sebagai pedoman belajar.

Ø Alexander Inglis (dalam Hamalik,1990) mengemukakan enam fungsi kurikulum untuk siswa yaitu:

§ Fungsi penyesuaian (the adjustive or adaptive function)

Maksudnya adalah bahwa kurikulum harus dapat mengantar siswa agar mampu menyesuaikan disi dalam kehidupan sosial masyarakat.

§ Fungsi integrasi ( the integrating function)

Maksudnya adalah bahwa kurikulumharus dapat mengembangkan pribadi siswa yang utuh.

§ Fungsi diferensiasi ( the differentiating function)

Maksudnya adalah bahwa kurikulum harus dapat melayani setiap siswa dengan segala keunikannya.

§ Fungsi persiapan (the preparation function)

Bahwa kurikulum harus dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

§ Fungsi pemilihan ( the selective function)

Bahwa kurikulum dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan bakat dan minatnya.

§ Fungsi diagnostik ( the diagnostic function)

Berfungsi untuk mengenalkan berbagai kelemahan dan kekuatan siswa.

D. Sistem Kurikulum

Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen-komponen tertentu. Sistem kurikulum terbentuk oleh empat komponen, yaitu komponen tujuan, isi kurikulum, metode untuk pencapaian tujuan, dan komponen evaluasi. Sebagai suatu sistem, setiap komponen harus saling bekaitan satu sama lain. Manakala suatu komponen terganggu maka sistem kurikulum akan terganggu pula.

E. Komponen Kurikulum

Komponen kurikulum terdiri dari tujuan, materi, organisasi, dan evaluasi.

Ø Tujuan, sebagai sebuah komponen kurikulum merupakan kekuatan fundamental yang sangat peka sekali, karena dengan tujuan yang baik maka seluruh program akan berjalan dengan baik pula.

Ø Materi, untuk mencapai tiap tujuan yang diinginkan diperlukan bahan ajaran.

Ø Organisasi, menurut Taba materi dalam kurikulum diorganisasikan untk mengefektifkan pencapaian tujuan.

Ø Evaluasi, ditujukan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran.

Pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan merupakan suatu siklus dari beberapa komponen, yaitu: tujuan, bahan, kegiatan, dan evaluasi. Kaber (1988) menggambarkan interelasi komponen-komponen kurikulum tersebut dalam suatu siklus sebagai berikut :

Menurut S. Nasution (1981) salah satu pakar kurikulum Indonesia menggunakan proses proses pengembangan kurikulum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar